Showing posts with label Home Made. Show all posts
Showing posts with label Home Made. Show all posts

Friday, 11 January 2013

Resep Lumpia Semarang Isi Bengkuang



Resep kali ini bakal sedikit agak panjang yaa.. Soalnya mengupas cara membuat 3 hal. Kulit lumpia, Isi Lumpa, dan Saos Lumpia.

Aku termasuk fans berat Lumpia Semarang. Rasanya sudah lama banget ngidam makan Lumpia Semarang. Sayangnya, di kota yang aku tinggali (Yogya - Purwokerto), lumpia semarang agar sulit ditemukan. Entah karena kurangnya permintaan pasar atau apa, pedagang yang menjual lumpia semarang sangat sulit untuk di temukan.

Ceritanya nih, gara-gara nonton video YouTube yang memperlihatkan proses pembuatan kulit lumpia yang aneh bin ajaib, bikin penasaran untuk mencoba membuat kulit lumpia sendiri. Di video itu, adonan lumpia berbentuk adonan kalis seperti adonan donat. Lalusi adonan itu hanya diolesi saja di panci panas, dan di kupas secara mudah ketika sudah matang. Damn, benar-benar pensaran untuk bikin.

Wednesday, 24 October 2012

Camilan Sore: Si Pisang yang menggoda lidah

Sore ini rasanya malas sekali untuk packing. Selain besok aku sudah mulai mudik Idul Adha ke Purwokerto, aku juga harus packing koper yang akan aku bawa ke Inggris lagi. Tapi entah mengapa kegiatan yang satu ini adalah bagian yang paling tidak aku sukai dari sebuah kegiatan travelling.

Ya sudah deh, daripada bete karena harus packing, sore-sore aku putuskan untuk ubek-ubek isi dapur lagi. Alhasil, ditemukanlan sisa pisang berjumlah 6 pieces. Minggu lalu mama datang mengunjungi kami ke Jogja. Mama membawakan kami pisang yang luar biasa besar ukurannnya sebanyak 2 sisir. Banyak banget!!!!! Jadinya, minggu lalu, yang 1 sisir aku kasih ke tetangga depan rumah (si tante-tante yang  baik hati). Yang 1 sisir nya lagi buat dimasak di rumah. 

Nah, beberapa hari yang lalu, setengah sisir pisang sudah dibikin pisang goreng. Saking banyaknya pisang goreng yang dibikin, alhasil jadi bagi-bagi lagi deh. Semua penghuni rumah dan sampe satpam komplek juga kebagian pisang gorengnya. hehehehe.

Sore ini, saat ubek-ubek dapur, aku menemukan 6 pieces sisa pisang yang belum dimasak. Untung aku beres-beres dapur. Kalo nggak, pasti sudah lupa deh kalo punya sisa pisang di dapur. Bisa-bisa pisangnya busuk hingga terbuang sia-sia.

Si pisang ini warna nya sudah hampir coklat (saking matangnya). Deg-degan awalnya melihat si pisang itu. Takutnya sudah busuk. Tapi ternyata setelah dibuka, dalamnya masih cantik. Malahan aroma pisangnya lagi harum-harumnya. Memang benar ya, "Don't judge a banana by it's skin".

Akhirnya, dibantu oleh Mbak Wien (temen ku yang sudah dari 5 tahun yang lalu tinggal bersama kami di rumah Jogja), si pisang ini kita sulap menjadi pisang bakar yang ciamik. Cara bikinnya gampang banget.  Berhubung kita gak punya alat bakar, jadi si pisang ini kita bakar cukup menggunakan Teflon saja. Ya walau "literally" sebenarnya lebih ke "pan fry" daripada "bakar" sih kalo dilihat dari prosesnya, tapi rasanya tetep seperti pisang bakar kok. Jadi tetep bisa disebut pisang bakar lah yaaa... hehehehe



Pisang Bakar Coklat Keju



Tuesday, 23 October 2012

Macaroni Schootle Goreng Mini

Hari ini rasanya mood memasakku lagi sangat menggebu-gebu deh. Perasaan dari pagi selalu terlintas pikiran untuk masak ini itu. Masalah utamanya adalah, walau mood masakku lagi up, tapi mood makan ku lagi down. Ditambah lagi si Dila (adik) yang lagi ujian blok pertama jadi membuat dia ikut-ikutan kehilangan selera makan (aku tinggal bersama adik perempuan). Jadi kalau aku masak banyak, siapa yang bakal makan donks? Ya bagi-bagi ke satpam kompleks. hihihihi...

Ceritanya hari Kamis (dua hari yang akan datang), aku dan Dila akan mudik ke Purwokerto untuk liburan Idul Adha. Kita akan ke Purwokerto hanya selama 3 hari saja. Minggu sudah kembali ke Jogja karena hari Seninnya si Dila harus kembali kuliah (tega bener yah, UGM.. hahahha). Jadi berhubung kita akan mudik, semua bahan makanan yang sekiranya tidak akan tahan disimpan lama, harus segera dimasak. Dari kemaren aku mulai memasaknya satu per satu.

Hari ini giliran nemu sisa daging kornet kalengan sekitar 2 sendok makan dan jagung kaleng sekitar setengah kaleng. Itu semua sisa bahan bikin cream soup beberapa hari yang lalu. Rasanya kalau dibikin cream soup lagi, pasti nggak ada yang makan, berhubung aku tadi siang sudah masak bobor bayam yang lumayan banyak porsinya. Jadi mau gak mau harus dibikin makanan ringan. Setelah sedikit memutar otak, akhirnya diputuskanlah untuk membuat gorengan yang lezat untuk disantap sore-sore yaitu macaroni schootle versi goreng. Nah, biar cantik, nggorengnya menggunakan cetakan matabak mini deh. Berikut resepnya: 

Macaroni Schootle Goreng Mini

Sunday, 14 October 2012

Resep Martabak Unyil Mini

Hari sabtu kemaren, Jogja begitu cerah. Hari itu, didalam rumah terasa tidak terlalu panas walau matahari bersinar dengan cerahnya. Hari Sabtu yang super ceria itu aku dan adekku gunakan untuk bersih-bersih rumah. Pagi-pagi sekali, kita menelpon Mba Ari (pembantu pocokan yang siap datang kapan saja ketika kami kontak) untuk memintanya datang ke rumah pagi itu untuk membantu kami membersihkan rumah. Berhubung rumah sudah jarang sekali dibersihkan, maka bersih-bersih kali ini termasuk sangat niat. Aku membersihkan dan merapikan dapur rumah Jogja.

Senang bukan main ketika bersih-bersih dapur menemukan loyang-loyang tua yang beberapa tahun yang lalu dibelikan mama. Salah satu alat masak yang paling membuat aku excited bukan main adalah si loyang "martabak mini".


Cetakan Martabak Mini


Aku ingat betul, dulu kami membeli si cetakan itu waktu berkunjung ke pasar Beringharjo, Jogja. Sewaktu berbelanja batik, ada seorang kakek-kakek tua yang menjual sedikit alat-alat masak. Saking tua nya itu kakek, dia sampe tampak gak ada tenaga buat menawarkan dagangannya. Ketika kami berada dalam jarak yang agak lumayan dekat dengan si kakek itu, dia langsung dengan lirih menawarkan dagangannya menggunakan bahasa jawa halus. Ya sontak saja aku dan mama merasa iba melihat si kakek itu.

Tuesday, 9 October 2012

Galau Masak

Ceritanya nih, aku lagi memiliki profesi baru, yaitu menjadi PENGACARA. Tapi bukan pengacara yang membela orang mati-matian di meja hijau lho yaa.. Tapi "pengacara" alias "pengangguran banyak acara". Hehehehe..

Ya ceritanya selama liburan sebentar di negeri tercinta Indonesia, setelah setaun merantau ke negeri Prince William, aku memiliki berjubel acara. Sebagai pemadat acara sang pengangguran ini, mama dengan baik hati mendaftarkan aku ke kursus "cake making". Tau saja kalo anaknya doyan masak.

Disini aku gak akan cerita tentang aktifitas selama kursus "cake making". Cerita tentang kursus, nanti saja di postingan-postingan berikutnya. Disini aku akan cerita mengenai sebuah conversation yang cukup membuatku sangat galau. Galau segalau-galau nya. Galau Galau Galau (loh.. kok malah nyanyi lagunya si Citra Idol).

Jadi begini ceritanya...

Selama tinggal di Glasgow, UK, aku punya sahabat namanya Mommy Gammi. Nah, si mommy ini, punya anak yang super cakep namanya Farel (masih toddlers lho yaaa...). Aku sayang buanget sama si Farel ini. Habisnya anaknya super duper lucu sih!

Selama di Glasgow, kita bertiga sering menghabiskan waktu bersama dengan kegiatan memasak. Tepatnya bikin kue. Cuaca Glasgow yang super duper dingin plus bahan kue yang super duper murah (jika dibandingkan dengan harga di Indonesia), telah membuat kita sering banget bikin kue.

Awfully Chocolate Mudcake: Coklatnya nendang banget!


Mud Cake yang kita bikin bertiga di Glasgow. Yummerrsss..!!!!!


Tadi sore, setelah berhasil membuat Blackforest Cake yang rasanya "agak lumayan", seperti biasa, aku pamer donk.. Pamer dengan cara menjadikan gambar Blackforest bikinanku menjadi BBM profile pict. Gak lama setelah ganti profile pict, mommy Gammi tiba-tiba BBM.

Gammi: Aunty Dini.. Mantap sekali gambar kue bikinanmu itu. Seandainya kau lagi di UK, langsung praktek bikin lah kita.
Me: Iya nih.. Kangen baking bareng..!!!!
Gammi: Farel sampai pernah bilang, kok mama sekarang gak pernah bikin kue lagi sih? Pasti karena gak ada Aunty Dini yaa.. Ya Aunty Dini dipanggil ke rumah Farel lah maa...

Jiah... Conversation itu langsung deh bikin Galau se Galau Galau nya. Galau karena kangen banget sama mereka. Galau juga baca kata-kata Farel. Hiksss.... Ntar kalo Aunty udah balik ke UK, kita bikin kue lagi ya lell...:*

Eh, mommy Gammi sekarang lagi hamil anak kedua lhoo.. It's a Baby Girl.. Mommy Gammi ceritanya sekarang lagi ngidam Lapis Legit nih. Tapi apa daya sedang jauh di negri nan jauh di mato. Beli Lapis Legit yang sudah jadi, harga selangit. Mau bikin, bahan tak ada. Duh... Sabar ya mommy...

Wah, kok malah jadi curhat yaa? Nggak papa deh.. Yang penting masih merembet-rembet soal makanan juga kan...? hehehehe

XoXo
Foodism

Monday, 8 October 2012

Gak Perlu Stress Bikin Macaroon


Hey guys...

Macaroon.. Sebuah desserts terkenal asal negara Prancis. Warna nya yang cerah ceria sangat menggoda mata. Terlebih lagi rasanya yang manis. Sangat memanjakan lidah.

Macaroon ini terdiri dari dua bagian penting. Bagian pertama adalah Meringue yang merupakan lapisan renyah yang manis seperti permen. Bagian kedua adalah fillings atau olesan Macaroon. Biasanya, fillings yang digunakan adalah selai buah-buahan, selai coklat, cream cheese, atau whipped cream. Pokoknya sesuai selera deh..! Nah, bagian yang paling "challenging" dalam pembuatan Macaroon adalah proses pembuatan Meringue.

Akhir-akhir ini, banyak sekali bakery di Indonesia yang menjual snack asal Prancis ini. Kata orang-orang sih, bikin Macaroon itu super susah. Ribet. Dan juga high failure rate alias kemungkinan untuk gagal itu besar.

Nah, selama aku tinggal di Inggris, aku pernah mencoba membuat Macaroon. Dengan modal browsing resep di Youtube, akhirnya nemu juga resep yang terlihat paling mudah metode pembuatannya. Akhirnya, dicoba deh resep yang ada di Youtube itu. Percobaan pertama, gak memuaskan sih.. Cuma percobaan kedua lumayan sukses. Ternyata ada beberapa bahan yang perlu dimodifikasi takarannya. Resep kali ini, adalah resep Macaroon rasa Strawberry. Warna pink nya cocok banget buat Valentine. hehehehe.. Nah, berikut resepnya...!

BAHAN MERINGUE:
4 putih telur
Garam sedikit
Campuran 1: 60gr Gula Castor + 140gr Gula Halus (ayak)
Campuran 2: 190gr almond bubuk + 190gr Gula Halus (ayak)
Pewarna makanan secukupnya


CARA MEMBUAT:


  1. Campur putih telur + Garam. Mixer dengan kecepatan tinggi sampai kaku (jika mangkuk diputar, adonan tidak jatuh).
  2. Perlahan-lahan masukkan "Campuran 1" ke dalam adonan putih telur sambil di mixer dengan kecepatan paling rendah.
  3. Jika sudah tercampur rata, matikan mixer. Masukkan perlahan-lahan "Campuran 2". Aduk menggunakan spatula.
  4. Jika adonan sudah rata (kental tapi tidak encer), campurkan dengan pewarna makanan sedikit. Ciri-ciri adonan yang baik, jika spatula diangkat, maka adonan akan jatuh secara perlahan.
  5. Menggunakan icing bag, bentuk seperti lingkaran kecil. Jarak antara 1 lingkaran dengan lingkaran lainnya jangan terlalu dekat agar tidak lengket antara satu sama lainnya.
  6. Pukul-pukul loyang untuk menghilangkan geembung udara. Diamkan dan angin-anginkan di ruangan yang sejuk selama 45 menit.
  7. Panggang dengan panas 150 Celsius selama 20 menit.
  8. Jika sudah matang, keluarkan, tunggu hingga dingin, baru diambil dari baking tray.
  9. Isi dengan selai sesuai selera.
Adonan Macaroon Ketika Siap Dipanggang (Jika atasnya disentuh, tidak lengket)

Selamat mencoba...

XoXo
Foodism

Resep Bakso TERMUDAH (Gampang + Enak)

Jadi inget deh waktu tinggal di Inggris. Dingin mampus, pengen yang anget-anget. Langsung deh, perut menginginkan BAKSO.

Sayangnya, di Inggris gak ada yang jualan bakso sapi yang sudah siap saji. Bahkan frozen bakso-pun tak ada. Ya nasib ya nasib.. Anak rantau.. Jadi puter otak deh buat bikin bakso.

Mama ku dulu ahlinya bikin bakso. Bikinan beliau, gak ada yang nandingin deh. Rasa dagingnya nendang banget! Sayangnya, waktu aku BBM mama buat minta resepnya, mama mengingatkan bahwa adonan bakso harus digiling dengan mesin khusus penggiling bakso. Ahlamak!!!!

Ya sudah, nothing to lose. Bikin bakso tanpa alat "elektronik" yang canggih bin ajaib. Rasa baksonya gak jauh beda lah sama abang-abang bakso yang jualan di Indonesia. Bedanya, bakso bikinan sendiri ini 100% tanpa bahan PENGAWET. Jadi makin sehat dan bergizi donk yaaa....

BAHAN:
250gr Daging sapi giling
1 butir telur
1 sdt bawang putih yang sudah dihaluskan
1/2 sdt lada
1 sdm garam
2 sdm tepung tapioka
1 sdm tepung maizena
1 sdt baking powder (yang akan bikin bakso menjadi kenyal)
1 sdt soda kue (yang akan bikin bakso mengembang)
sedikit gula

CARA BIKIN:
  1. Masukkan semua bahan jadi satu. Campur hingga rata.
  2. Tutup adonan dengan plastik. Simpan dalam lemari es semalam. Jadi kalo mau bikin baksonya pagi hari, maka malam sebelumnya, adonan sudah dibikin yaa...
  3. Pas mau dibikin baksonya, panaskan air di panci hingga mendidih. Matikan api.
  4. Ambil adonan bakso dari lemari es. Bentuk bulat seperti bola. Masukkan langsung ke panci yang berisi air panas.
  5. Jika semua adonan sudah dimasukkan, nyalakan api kecil. Tunggu hingga semua bakso mengapung dan air mendidih.
  6. Angkat baksonya.
  7. Air bakso bisa dijadikan kaldu. Tinggal ditambahkan saja garam, bawang, lada, dan gula.

Bakso yang telah dibikin, bisa awet lumayan lama lho... Cukup tunggu hingga dingin, lalu simpan di dalam freezer. Jadi jika memerlukan bakso untuk campuran mie, tinggal ambil di kulkas deh..

Selamat mencoba..

XoXo

Foodism
 

From Foodism Template by Ipietoon Cute Blog Design